Polsek Pancur Batu Klaim Lokasi Judi Kosong, Warga: Itu Cuma Formalitas Oknum 'ES'


Pancur Batu – Upaya penegakan hukum terhadap praktik perjudian dadu milik Budi alias Colia di Desa Namo Bintang, Pancur Batu kini memicu polemik baru. 


Alih-alih melakukan penangkapan, penggerebekan yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Pancur Batu, Kompol Junaidi, S.H., bersama Kanit Reskrim Iptu Junaidi Karosekali, S.H., justru dinilai warga sebagai tindakan diduga "ecek-ecek" dan terkesan sekadar formalitas untuk meredam pemberitaan media.



Pasalnya, meski lokasi tersebut sebelumnya dilaporkan ramai dikunjungi pemain, pihak kepolisian secara mengejutkan menyatakan tidak menemukan satu pun aktivitas perjudian di lokasi Dusun I, Desa Namo Bintang, Kabupaten Deli Serdang tersebut.



Klarifikasi Polisi vs Kesaksian Warga

Dalam keterangan resminya, Kompol Junaidi mengeklaim bahwa berdasarkan interogasi dan klarifikasi terhadap sejumlah warga di sekitar lokasi, kabar mengenai judi dadu tersebut tidak benar.

> “Dari hasil interogasi, masyarakat menyatakan bahwa kegiatan perjudian tersebut tidak benar adanya. Jika nantinya ada yang melakukan perjudian atau menyediakan tempat, masyarakat akan segera melaporkannya kepada pihak berwajib,” ujar Kompol Junaidi meyakinkan.

Namun, pernyataan ini berbanding terbalik dengan keresahan yang sebelumnya meledak di tengah masyarakat dan jemaat gereja setempat. 


Warga menduga kuat bahwa informasi rencana penggerebekan telah "bocor" lebih dulu, sehingga lapak tersebut tampak bersih saat petugas tiba.


Diduga Mandulnya hasil penggerebekan ini semakin memperkuat spekulasi mengenai keterlibatan oknum Pejabat Aparat Penegak Hukum (APH) berinisial "ES". Dugaan bahwa "ES" berperan sebagai "benteng" pelindung Budi alias Colia kian santer terdengar.



"Bagaimana mungkin media melihat ramai, warga mengeluh dekat gereja, tapi saat polisi datang tiba-tiba hilang seperti ditelan bumi? Ini sandiwara apa? Jangan-jangan oknum 'ES' sudah memberi aba-aba sebelum tim Kapolsek turun ke lapangan," cetus seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan karena faktor keamanan.




Publik kini mulai meragukan hasil investigasi sepihak yang hanya berdasarkan "interogasi warga" di lokasi yang diduga milik bandar besar. Muncul desakan agar Kapolrestabes Medan dan Bid Propam Polda Sumut turun langsung melakukan penyelidikan independen tanpa melibatkan personel Polsek yang diduga sudah terkontaminasi oleh pengaruh oknum "ES".



Kredibilitas Polri dipertaruhkan jika penggerebekan "kosong" ini dijadikan alasan untuk menutup kasus judi Budi alias Colia. Masyarakat menanti apakah hukum akan benar-benar ditegakkan, atau justru kalah di bawah bayang-bayang bekingan oknum pejabat "ES".



Hingga berita ini diturunkan, aktivitas di Desa Namo Bintang terpantau sunyi sesaat setelah kedatangan polisi, namun lapak tersebut diduga akan segera dibuka kembali setelah situasi dianggap "aman" oleh sang beking. 


Terpisah saat kita coba Konfirmasi Babinsa Desa Namo Bintang, Bapak Andri melalui Pesan Whatsapp ke nomor +62 852-9725-xxxx membalas pesan Whatsapp dengan Mengatakan "Siap pak Amri diingatkan ulang supaya dibubarkan dadu di Desa Namo Bintang. Trimakasih atas kerjasamanya🙏🙏🙏" (Tim)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama